Karya klasik Selo Soemardjan yang mendapat gelar sebagai "Ilmuwan Sosiologi Utama" di Indonesia. Ia mengupas perubahan sosial dan politik yang revolusioner di Yogyakarta akibat pergantian kekuasaan dari Pemerintah Hindia Belanda, kemudian Militeristik Jepang dan akhirnya Republik Indonesia. Sebagai karya yang ditulis oleh orang yang lahir, besar dan tinggal di Yogyakarta serta mengalami sendiri peristiwa-peristiwa itu menunjukkan karyanya ini bukan saja menunjukkan kualitas kesarjanaan yang prima, tapi juga perkisahan orang dalam yang piawai dan menukik bergaya tukang cerita (a story teller). Secara jelas digambarkan perubahan yang berkenaan dengan administrasi pemerintahan,partai politik, pertanian-perkebunan rakyat,perkembangan teknologi, pendidikan, kemunculan perusahaan asing dan akhirnya bagaimana semua itu merubah mentalitas masyarakat Yogyakarta dari introvert ke ekstrovert, teritama setelah kota kerajaan itu menjadi ibukota Republik Indonesia pada 1946 - 1949.